Satu Pohon Dihatiku

Aku terhening di depan pohon di taman firdaus
Seribu pohon tumbuh rindang
Hanya satu yang lindungi semua
Dari teriknya mentari …
Dari terpaan sang angin …
Dari guncangan sang bumi …
Menarik mataku tertuju hanya padanya
Membuat hatiku terpaku oleh pesonanya
Kini …
Empat tahun pohon itu naungi hatiku
Daun-daun mulai berguguran
Luruh satu demi satu menyatu dengan bumi
Buat sekitar kotor dengan hamparnya
Air mata temani gugur sang daun
Air mata temani patah sang ranting
Pohon itu meniti jalan kematian
Seperti hatiku …
Kini mulai redup dan padam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: